Yang Lainnya Mana
22 Juli 2008
Prajurit cadangan negara yahudi yang siap dibangunkan untuk apel siaga dalam tempo kurang dari 36 jam tersebut, tentulah kesehariannya bukan tentara. Mereka bisa berprofesi sebagai dokter, akuntan, konsultan, notaris, aktuaris, penilai, pengacara, dsb. Artinya, mereka juga memiliki kesibukan mencari uang. Dan kita tentu tahu, bagaimana etos kerja kaum yahudi dalam mencari uang, sangat yahud. Bila diibaratkan, prajurit cadangan adalah kader pendukung, tamhidi dan muayyid. Sedangkan prajurit aktifnya, adalah kader inti.
Saya tidak tahu, apakah jumlah prajurit aktif di seluruh kab tangerang jumlahnya bisa melebihi 1200 orang. Kalau ya, maka jumlah peserta mutu kemarinĀ masih sedikit. Dalam pengamatan saya setiap mengikuti mukhoyyam, saya menyimpulkan bahwa sebagian besar pesertanya adalah orang yang sama, itu itu juga, alias 4L, lu lagi lu lagi. Beberapa selebritis (maksudnya, ustadz, aleg, dan pejabat), hampir tidak pernah terlihat kala mukhoyyam. Semoga pengamatan ini salah. Kalau benar, semoga mereka memiliki uzur syari’e. Kalau tidak, mereka bisa dikategorikan sebagai kader 5A, afwan akhi ana ada acara.
Pada saat peserta mutu bergerak meninggalkan lokasi, ada teman yang mengkritisi, lagi lagi, masalah transportasi. Perbedaan moda transportasi, akan memunculkan kembali suara tidak sedap, mengenai adanya dua kubu, kubu keadilan dan kubu kesejahteraan. Grup yang anggotanya belum memiliki turonggo, akan mengikhlaskan dirinya menumpang si hijau dambaan ummat, kopaja. Sedangkan grup yang mewakili kubu yang lain, akan menikmati kabin yang sejuk dan empuk, sambil kepalanya gedhak gedhek mendengarkan dentuman suara house music yang mengiringi nasyid shouhar nan rancak. Uenak tenan.
No comments yet.
Leave a comment
-
Recent
-
Links
-
Archives
- November 2008 (12)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS