Senyummifan’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Tema-Tema Besar

1 Agustus 2008
Isteri saya pernah dibuat kagum dengan pengetahuan tetangga kami yang baru. Sang isteri, yang belum tarbiyah dan hanya mengenakan jilbab ala kadarnya, ternyata mengetahui dengan detil tentang hal ikhwal beberapa tetangga kami, yang kami sendiri sebagai penghuni lama, tidak mengetahuinya. Misalnya, tentang kepemilikan mobil baru, rumah baru, dan kondisi rumah tangga secara rinci. Itulah sejauh jauh pengetahuan mereka, jawab saya, menenangkan isteri saya yang merasa kuper. Ketika seseorang tidak disibukkan dengan permasalahan dakwah, permasalahan ummat, dia akan dibuat sibuk dengan hal-hal yang lain.

Salah satu tipu daya Setan adalah, membuat kita berkutat dengan hal-hal yang remeh dan melupakan urusan-urusan yang besar. Keluarga besar isteri saya, adalah para aktifis di organisasi Persatuan Islam, Persis. Kegiatan para aktivisnya agak mirip dengan teman-teman di jemaah salafy. Mereka serius menekuni permasalahan permasalahan “remeh”, semisal bagaimana menggerakan telunjuk sewaktu duduk tasyahud, atau  apakah makmum yang ketinggalan bacaan Al fatihah tetap dihitung satu rekaat. Namun, ketika harus memutuskan untuk memilih salah satu partai Islam, mereka kebingungan.

Keunggulan gerakan dakwah kita adalah, hampir selalu mengurusi perkara perkara yang besar. Permasalahan-permasalahan besar, mudah menjadikan ummat untuk bersatu. Sedangkan kita mengetahui bahwa membentuk ukhuwwah islamiyah, wajib hukumnya. Permasalahan pembebasan Palestina, bagaimana meningkatkan kesejahteraan ummat, merupakan permasalahan yang menyangkut hajat hidup orang banyak.

Di saat perdana menteri Israel yang cewek, Golda Meir, ketika ditanya wartawan tentang batas negara Israel, yang dijawab dengan tegas bahwa batas negara israel adalah sejauh prajurit Israel mampu menancapkan kakinya, kita masih sibuk mengurusi apakah kambing yang melewati sutrah boleh disembelih dan dagingnya dimasak tengkleng yang rasanya mak nyus.

Memang betul, kita juga tidak boleh abai dengan hal-hal yang kecil. Saya tidak tahu apakah ungkapan yang pernah disampaikan oleh pak boss kami ini pas untuk menggambarkan permasalahan ini, bahwa, setan ada di rincian, the devils is in the details. Harus ada diantara kita yang setia menekuni pernik-pernik ini, disaat sebagian besar ikhwah yang lain sibuk menggarap urusan-urusan besar. Dengan demikian, ketika ada pertanyaan tentang bagaimana hukumnya bagi makmum yang setelah selesai sholat, mengusap mukanya imam. Kita dengan mudah bisa menjawab bahwa perbuatan tersebut tidak diperbolehkan, karena selain tidak ada haditsnya, juga kemungkinan besar sang imam akan memberikan hadiah berupa bogem mentah akibat dianggap tidak sopan. Lebih dianjurkan untuk mengusap muka kita sendiri yang telah keriput karena dimakan usia. Atau, apakah Rasulullah pernah mencontohkan bahwa setiap selesai sholat kita selalu mengaktifkan kembali hape kita. Atau bolehkah setelah selesai sholat Shubuh kita langsung melesat ke toilet akibat semalam menyantap nasi goreng ekstra pedas. Afwan, just kidding.

November 11, 2008 - Posted by senyummifan | Senyum dong | , , , , , , , , , , , , , , | No Comments Yet

No comments yet.

Leave a comment