Senyummifan’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Hitam Sebelah

14 Juli 2008

Di daerah Solo dan Yogya, ada sebuah cerita mengenai orang yang pipinya hitam, tapi cuma  sebelah. Cerita ini merupakan guyonan terhadap para komuter bersepeda yang tinggal di sekitar bekas ibukota Mataram tersebut. Mereka berangkat pada pagi hari saat matahari terbit menyinari sebelah pipi mereka, dan pulangnya menjelang matahari terbenam, yang juga menyinari sebelah pipi yang sama.

Di jaman sekarang, sebagian besar pekerja tidak perlu berpipi hitam sebelah, karena mereka tidak pernah menjumpai matahari. Selepas salam dan dzikir ala kadarnya yang mengakhiri sholat Shubuh, mereka langsung melesat ke kantor. Pulangnya, selepas Isya. Semua ini dilakukan untuk menghindari kemacetan.  Keluarga yang di rumah, hanya menikmati penampakan sesaat, dua atau tiga jam saja. Itupun, kalau mereka masih hidup, belum tidur. Kalau rutinitas ini dilakukan oleh kaum wanita, kaum ibu, maka biasanya di akhir pekan mereka akan membanjiri anak-anak dengan materi. Ini untuk membayar rasa bersalah mereka, karena meninggalkan anak-anak. Malam-malam, sepulang dari kantor, setelah berkutat dengan kesibukan pekerjaan dan beberapa meeting yang melelahkan, mereka menjumpai buah hatinya sudah pada tidur. Sambil membetulkan letak selimut, mengecup pipi dan kening, berlinanglah air mata, sangat mengharap akhir pekan segera tiba. Tuk tuntaskan kerinduan. Lho, kok mirip adegan di sebuah sinetron. 

Dalam sebuah pengajian, murabbi saya yang di Bandung pernah membandingkan kondisi sekarang dengan jamannya fir’aun, dan beliau menemukan kemiripan, Jaman sekarang, menurut beliau, seolah-olah, hanya anak-anak perempuan saja yang dibiarkan hidup. Peluang kaum lelaki untuk mendapatkan pekerjaan, semakin kecil, karena mereka juga harus bersaing dengan kaum wanita, yang lebih banyak memiliki kelebihan. Lebih enak dipandang, lebih merdu suaranya, lebih santun, lebih nrimo digaji kecil, dan lebih lebih lainnya. Tiba-tiba, para bapak yang tadinya tidak sempat bersisir menjadi sangat rapi dan wangi. Mereka menjadi lebih bersemangat berangkat ke kantor karena mengharapkan perjumpaan dengan si dia, yang selain masih kinclong, juga enak diajak ngomong. Padahal, menurut ustadz Jumharudin,Lc saat menafsirkan surat Al Baqoroh, hanya Adamlah yang akan merasakan kepayahan ketika mereka berdua, bersama Siti Hawwa, diturunkan ke dunia, dari Surga.

Sekurang-kurangnya, terdapat dua bahaya yang mengancam, di tengah maraknya kiprah perempuan bekerja di luar rumah. Bahaya yang pertama, hilang atau berkurangnya kecemburuan dalam diri suami, yang dikenal dengan istilah dayuz.  Ketika sedang mengantri untuk mendapatkan pelayanan di sebuah instansi pemerintah miliknya Depkeu, saya melihat seorang ibu berjilbab, yang menurut dugaan saya adalah akhwat, yang sedang bercanda dengan seorang bapak dengan sangat akrab. Saya bertanya-tanya, bagaimana kalau suami ibu tadi melihat pemandangan tersebut. Cemburukah dia. Atau jangan-jangan, sang suamipun juga sering melakukan hal yang sama di kantornya. Jadi impas. Memang, sebagian besar wanita tidak memahami karakter pria. Dalam hubungan canda yang akrab seperti tadi, seorang pria bisa kehilangan dua pertiga akalnya, sementara sang wanita tidak merasakan apa-apa.  Ketika seorang laki-laki sudah kehilangan rasa cemburu, maka sesungguhnya dia telah mati sebelum mati. Mirip mayat hidup.

Bahaya kedua, munculnya keragu-raguan terhadap kemampuan Alloh dalam memberikan rizqi. Ibarat mobil, rumah tangga dimana suami dan isteri sama-sama bekerja di luar rumah, seperti mobil dengan double gardan. Ketika rumah tangga dengan penggerak ganda tersebut memutuskan untuk mematikan salah satu gardannya, dengan pertimbangan utama untuk menyelamatkan asset berharga mereka yaitu anak-anak, biasanya muncul keragu-raguan dalam benak suami, sanggupkan Alloh mencukupi rizqi mereka. Saat itu, kebutuhan hidup mereka sudah mengikuti penghasilan mereka berdua, bahkan agak sedikit melampaui. Sebenarnya, langkah yang dianjurkan adalah memindahkan gardan tersebut ke rumah, bukan mematikannya.

Kita tentu mengetahui betapa JK Rowling, pengarang Hary Potter, menjadi jutawan dari hasil royalty buku. Bukankah Siti Khadijah, isteri rasulullah SAW, adalah pedagang yang sukses.

November 11, 2008 - Posted by senyummifan | Senyum dong | , , , , , , , , , , , , , | No Comments Yet

No comments yet.

Leave a comment