Cemburu
10 Juli 2008
Dalam sebuah kesempatan mengikuti pengajian di masjid assaadah, ustadz yang menjadi pembicara menyampaikan sebuah fakta yang cukup menarik. Sayang, saya lupa nama ustadz tersebut. Menurut pengamatan beliau, anak anak balita yang diasuh oleh selain ibu mereka, akan memiliki ciri-ciri fisik yang sama dengan pengasuhnya. Rupanya, pendapat ustadz ini juga dibenarkan oleh isteri saya. Belahan jiwa saya inipun, ternyata juga sering mengamati, bagaimana anak-anak balita yang ibunya bekerja di luar rumah, akan memiliki wajah yang sama dengan wajah khadimatnya atau neneknya, tergantung siapa yang mengasuhnya.
Ketika saya menceritakan penemuan ini kepada teman- teman satu grup, yang ternyata beberapa orang diantara mereka juga sudah mengetahuinya, salah seorang teman mencoba menawarkan jalan keluarnya. Kalau begitu, kata teman tadi, kita cari saja khadimat yang wajahnya mirip si anu, seraya menyebut nama artis wanita yang sedang naik daun. Wah wah, kata saya dalam hati, pekerjaan ini jauh lebih sulit dibanding memenangkan target eleksi 20%.
Yang masih menjadi pertanyaan saya, apakah kesamaan ciri fisik ini hanya berlangsung di periode balita saja, mengingat hubungan emosional yang sangat intim hanya terjalin di periode tersebut, dalam bentuk seperti suap menyuap, cebok mencebok, usap mengusap kala menidurkan, cipika cipiki, dsb, ataukah kesamaan ciri fisik ini akan berlangsung permanen.
Lagi lagi, saya kembali teringat dengan pengalaman di masa kecil, saat masih balita. Kala itu, khadimat yang mengasuh kami, pulang kampung, dan ternyata tidak kembali lagi. Karena kerinduan yang sangat, saya jatuh sakit. Ibunda kami menjadi sangat cemburu, dan bertekad tidak akan menggunakan lagi jasa khadimat untuk mengasuh anak-anaknya.
No comments yet.
Leave a comment
-
Recent
-
Links
-
Archives
- November 2008 (12)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS