Senyummifan’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Belajar Memuji

30 Juni 2008

Ada sebuah buku yang pernah saya baca, dengan judul “rahasia kekuatan percakapan”, yang ditulis oleh James K Van Fleeth. Di dalam buku itu, James, yang berprofesi sebagai psikolog, menulis bahwa manusia memiliki 14 macam kebutuhan. Yang menarik, 9 macam kebutuhan diantara 14 macam kebutuhan tersebut, akan terpenuhi dengan pujian. Buku itu juga mengisahkan mengenai penelitian terhadap kinerja 10 orang tentara. Ketika para tentara tersebut dikritisi setelah selesai melaksanakan sebuah misi, maka  pada misi berikutnya, hanya 3 tentara yang sukses melaksanakannya. Sebaliknya, ketika para tentara tersebut dipuji setelah selesai melaksanakan sebuah misi, maka  pada misi berikutnya, 9 tentara sukses melaksanakannya.

Saya teringat dengan pengalaman sewaktu kecil, di masa SD, dimana televisi waktu itu masih monogami, hanya menyiarkan siaran TVRI. Ada sebuah acara sore hari yang sangat ditunggu-tunggu anak-anak, yaitu acara menggambar bersama pak Tino Sidin. Seburuk apapun gambar yang dikirim oleh anak-anak, pak Tino akan mengomentarinya dengan kata-kata yang sama, bagus. Saya termasuk yang sering mengirimkan gambar, walaupun belum pernah dimuat. 

Setiap orang, rentan akan pujian. Saya juga demikian, sangat suka dipuji, meskipun hanya sekedar basa basi. Pujian akan menggelorakan semangat, menumbuhkan kasih sayang. Keletihan seorang isteri setelah seharian mengurus rumah tangga dengan setengah lusin anak, akan sirna, manakala sang suami memuji penampilannya, memuji kelezatan masakannya (dalam hal ini, kata ustadz, diperbolehkan untuk berbohong). Ada yang mengatakan, mengurus rumah tangga jauh lebih meletihkan dibandingkan dengan pekerjaan pegawai KPK berbulan-bulan menyadap pembicaraannya Urip.

Teladan kita, Rasulullah SAW, memanfaatkan kekuatan pujian ini dengan baik, untuk mensukseskan da’wah beliau. Setiap sahabat mendapatkan gelar (pujian) dari beliau, Abu Bakar Ashiddiq, Umar Al faruq, dsb. Khadimat beliau, Anas, tidak pernah dikritisi atau dicela, selama mengabdi kepada beliau.

Dalam perang Tabuk (?) yang mensyahidkan tiga pahlawan Islam, Zaid, Ja’far, dan Abdullah bin rawahah,  Khalid bin Walid menarik mundur pasukan kembali ke Madinah, disambut dengan lemparan batu dan ejekan pengecut oleh anak-anak kecil penduduk Madinah. Rasulullah SAW, membela Khalid dan mengatakan bahwa itu hanyalah manuver peperangan. Sebuah pujian. Dalam penaklukan Mekah, Abu Sufyan, sang walikota, juga beliau puji dengan kata-kata, yang masuk rumah Abu Sufyan akan aman. Mengingat Abu Sufyan adalah type manusia yang suka diagung-agungkan (seperti halnya kita, …diakui atau tidak).

Saudara-saudaranya nabi Yusuf as, juga piawai memanfaatkan khasiat pujian ini. Pujian mereka, diabadikan di dalam surat Yusuf ayat 91. Ayat ini pulalah yang melumerkan hati Rasulullah SAW kepada pamannya, Abu Sufyan bin Al Harits, menjelang penaklukan Mekah. Waktu itu, Abu Sufyan sibuk meminta maaf kepada Rasulullah, sedangkan Rasulullah SAW selalu menghindar. Ali menyarankan Abu Sufyan untuk membacakan ayat tersebut di depan Rasulullah, dan Rasulullahpun membalas dengan membaca ayat berikutnya, ayat 92.

Sebaliknya, kritik akan memunculkan permusuhan. Kritiklah seseorang di depan umum, maka anda akan memiliki musuh di sepanjang sisa umur anda, tulis James Van Fleeth. Kita juga telah diajarkan oleh ustadz kita, untuk berahasia di dalam menasihati. Kalau antum menasihati anggota milis melalui milis, saya meragukan efektifitas nasihat tadi. Menurut saya, antum sedang menciptakan musuh baru, yang sekarang sedang giat meneliti kelemahan dan aib-aib antum, untuk kemudian balas menyerang di saat yang tepat. Tit for tat. Cucunda Rasulullah SAW, Hasan dan Husain, memberikan teladan yang baik dalam menasihati orang lain, ketika mereka mendapati seorang tua yang salah dalam berwudlu. Kelanjutan kisahnya dapat ditanyakan ke ustadz Ade Tifatul Pranowo.

Dalam tulisan saya sebelumnya, yang berjudul hino atau izusu panther, saya menulis tentang ikan dan pancing. Menurut saya, sumber ikan dan pancing yang terbesar ada di pihak eksekutif. Kalau legislatif sering melancarkan kritik kepada eksekutif, yang akan diartikan sebagai sikap permusuhan, maka kita tidak usah berharap untuk mendapatkan ikan yang besar dan pancing yang panjang. Kalau kita bisa memenuhi 9 dari 14 kebutuhan sang eksekutif, maka saya yakin bahwa sang eksekutif akan membalas pemberian tersebut, karena manusia yang normal akan membalas kebaikan yang diberikan oleh orang lain, kalau masih normal. 

Siapa tahu, suatu hari nanti, kita akan memanggil Bupati Ismet Iskandar dengan panggilan akhi Ismet, karena kita satu grup ? Da’wah adalah seni menaklukkan hati.

November 11, 2008 - Posted by senyummifan | Senyum dong | , , , , , , , , , , , , , , | No Comments Yet

No comments yet.

Leave a comment